Holla!
I think I had posted banana bread recipe before? Oh right, here it is. I am sooo often making banana bread. You know, ugly skinned bananas could easily found in our home when my hubby missed to eat the banana, or if we buy them too much for a week. Yea, my hubby is the prime banana-eater at home, and yes, we buy banana once a week.
Anyway, banana is easy snack or breakfast menu. So today I'm going to post another banana bread. The different from the previous one is the crumbs and the chocolate chip.
This is not really from scratch crumbe...well, not almost. Hm, not it's confusing how to explain this.
Anyway this crumbs is made from leftover Oatmeal Lace Cookies. There.
I put the crumbs after 10 minutes bake, and they come out not to sticky to the dough. Maybe next time I put the crumbs before baking.
It is spring school holiday and the boys need snacks. If the boys at home, I need something quick to make. You know what I mean?
This is easy recipe. The source is from Elise.com,unfortunately, I no longer have the link. However, I made some changes somewhere.
Here it is.
Crumb Banana Bread
Ingredients:
3-4 bananas
1 egg, beaten
1 1/2 cup flour
1/4 cup oil
1/2 cup brown sugar
1/2 tsp baking soda
a pinch of salt
a handful of chocolate chips(or more if you please!)
some Oatmeal Lace Cookies, mashed coarsely
Directions:
- Preheat oven to 180 C.
- Mash banana with fork in a bowl.
- Mix in sugar, salt, oil and egg.
- In another bowl mix flour, baking soda and chocolate chips.
- Mix them all together with spatula and do ot over mix it.
- Pour in lined loaf tin.
- Spread the crumbles to cover the top of dough, or you can spread it after 10 minutes bake just ike I did, but it would not be to sticky to the dough.
- Bake it about 50-60 minutes.
Showing posts with label muffin 'n quickbread. Show all posts
Showing posts with label muffin 'n quickbread. Show all posts
Monday, September 30, 2013
Tuesday, March 29, 2011
Strawberry Oat Muffin

Aku paling suka beli strawberry. Apalagi kalau sedang ada promo buy one - get one! Tapi setelah beli biasanya bingung mau diapain. Untuk anak-anak paling sering dibuat puding atau smoothies. Biasanya masih ada saja sisanya.
Nah, dari kemarin tuh terbetik ide mau bikin buttercake strawberry saja. Sudah lama tidak buat kan? Tapi kemudian aku ingat kalau mixer emakku rusak. Terakhir kali memakai mixer itu beberapa hari yang lalu untuk membuat bolu kukus yang tak kunjung sukses. Pas sudah mau selesai mixing...plok! Tiba-tiba salah satu dari whisker yang keadaannya sudah mengkhawatirkan itu terjun melepaskan diri dari kapal induk, eh, dari badan mixernya, padahal nggak ada yang nyuruh.
Ini sebuah pertanda...: bahwa untuk sementara pergulatanku untuk membuat bolu kukus tanpa zat aditif terpaksa distop dulu beybeh! Ya...begitu juga untuk membuat kue-kue jenis cake lainnya. Terpaksa libur dulu. Bye-bye cake. Hello muffin and brownies.
Akhirnya aku memutuskan untuk membuat muffin saja. Hello, food additives!
Strawberry yang tersisa cuma sedikit. Kutimbang strawberry yang telah diblender ternyata hanya sekitar 88 gram. Ya, aku menggunakan blender untuk mencincang halusnya. Aku gunakan blender untuk bumbu (yup, yang kecil itu lho) tapi tidak sampai membuat para strawberry halus seperti pasta ya. Mereka masih berupa potongan-potongan yang keciiil sekalil. Grinjul-grinjul gitu bahasa planetnya. Takaran bahannya kucontek sekilas dari resep-resep muffin yang pernah kubuat, lalu kukira-kira sendiri. Jadinya banyak angka tiga dan sedikit angka dua. Hehe, nggak penting ya?
Saat bahan-bahan sedang kusiapkan subuh-subuh, tiba-tiba, Jrett! Listrik padam. Oh, perfecto! Mau bikin kue aja tantangannya kok ada aja ya??
Tapi aku tidak menyerah(Deng Deng dengan musik backsound yang menggelegar)! Beruntung aku belum mencampur bahan basah ke bahan kering. Jadi, kupikir masih ok, tinggal kutunggu saja listrik menyala lagi. Setelah beberapa jam, anak-anak sudah sarapan, akhirnya listrik menyala lagi. Lalu kupanaskan oven sambil memandikan anak-anak. Setelah wangi (anak-anakku :) ) barulah aku mencampur adonan. Panggang muffin, selesai. Bagikan ke anak-anak, barulah aku mandi. Hehehe..Alhamdulillah.
Di resep ini aku berusaha tetap sehat walau dengan food additives. Aku menggunakan oat, yogurt dan sedikit minyak. Selain itu aku juga mengurangi gula dan menggantikannya dengan madu. Muffin ini manisnya mild, bahkan rasa asam strawberrynya sedikit-sedikit masih terasa.
Tidak lupa mengatakan bahwa adonan yang mengandung yogurt atau strawberry yang sedang dipanggang di oven baunya sedap banget deh, apalagi kalau mengandung dua-duanya!

Oiya, untuk fotonya, tetap ya, foto amatir, hehe. Kali ini pengen agak bertema sedikit. Karena aku pakai cangkir antik favoritku -sebetulnya punya emak- dan piring kaca jaman dulu, jadi sekalian aja memajang foto nenek-nenekku. Ketiganya pernah tinggal seatap bersama kami. Dua di antaranya sudah nggak ada. Orang tua jaman dulu benar-benar menikmati teh atau kopinya dengan kue-kue, singkong rebus atau goreng-gorengan. Simply nice, huh? Old cups bring you memories, aren't they? (oh don't give me tears in my eyes again).
Anyway, if you like to give it a try, here it is:

Strawberry Oat Muffin
Bahan:
1/3 cup oat
1/3 cup air panas
1 2/3 cup tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
1/3 cup gula
1 telur
2 sdm yogurt
3 sdm madu
1 sdm minyak
88 gr strawberry, cincang halus atau blender kasar (boleh tambah, ini apa boleh buat: sisaan!^^)
secubit garam
Cara membuat:
- Campur oat dengan air panas. Diamkan sekitar 20 menit.
- Panaskan oven 180-190 C.
- Campur tepung terigu, baking powder dan baking soda hingga rata.
- Kocok rata dengan garpu: gula, telur, yogurt, madu, minyak, strawberry dan garam.
- Campurkan adonan telur ke dalam tepung terigu sambil diaduk garpu hingga semua tepung basah. Do not overmix.
- Tuangkan adonan ke loyang muffin yang telah diolesi tipis-tipis dengan mentega dan terigu.
- Panggang selama sekitar 25 menit, atau sampai lulus tes tusuk.
*menghasilkan 12 mini muffin*

kaya foto di buku resep jadul ngga? *kedip-kedip*
Friday, January 14, 2011
ChocoBanana Muffin

Sebetulnya dari kemarin Abang memelas-melas minta kue cokelat. Tepatnya dia bilang begini, "Abang mau Tueh ToTatttt.... Tueh Totattt..".
Sayangnya kemarin adalah hari malas sedunia-ku. Jadi meskipun ia memelas, aku teuteup malas buanget deh. Untungnya Abi beli kue bantal dan cakwe. So, his craving for "Tueh Totat" has to be postponed. Meskipun nggak menjanjikannya apa-apa, tapi dalam hati aku bertekad akan memenuhi keinginannya. Paling cepat, ya pagi ini. Paling lambat? Yah, sebelum aku lupa :)
Sudah dari tadi malam aku berpikir, bisa bikin apa pagi-pagi, sambil mendata bahan-bahan yang ada di rumah dalam otakku. Telur, ada, tapi di dalam kulkas. Maka kuputuskan saja untuk tidak membuat kue yang additive-free. Membuat kue additive-free dengan telur yang sudah berdiam di kulkas memiliki resiko bantet lebih besar. Lanjut. Terigu, ada. Pisang? Cuma ada dua. Tapi bisa, lah. Cokelat? Aku putuskan pakai cokelat bubuk saja. Mentega? Pakai minyak aja deh, kan bikin moist juga. Ok, let's see it later in the morning, I thought.
Paginya, aku bangun agak terlambat, meski masih sempat shalat Subuh. Baru ingat juga, "Tueh Totat". Untungnya pagi ini aku nggak usah menyiapkan bento dan sarapan Ayah. Jadi browsing blog sendiri, cemplang-cemplung, nothing to loose, voila, jadi juga muffin piscok(pisang cokelat)! Alhamdulillah.
Oiya, untuk bahan pengembangnya aku pakai sedikit soda kue dan sedikit baking powder. Jumlah yang kupakai ini sedikit sekali dibandingkan resep muffin kebanyakan. Aku lihat banyak resep muffin seenggaknya menggunakan 1 sendok makan baking soda atau baking powder atau keduanya. Bahkan ada yang sampai 2 1/2 sendok makan! Terbukti tho, dia bisa mengembang juga tanpa banyak baking powder atau baking soda. Kita kan, lagi bikin makanan, bukan pembersih kamar mandi, hehe.
Kata Abang, "Enaaakkkk! Naa, ini baru enaakk!". I wonder where did he got those words from? Hehe..
Maaf ya ada tulisan produk di piringnya. Bukan iklan dan nggak jualan. I just like the polkadot on it.ChocoBanana Muffin
Bahan:
2 buah pisang Ambon
1 butir telur, kocok dengan garpu
3/4 cup gula
1/4 cup minyak goreng
1 1/2 cup tepung terigu
1/4 sdt baking soda (that's all I have)
1/2 sdt baking powder
2 sdt cokelat bubuk
1/4 sdt garam
sedikit kenari cincang
Cara membuat:
- Panaskan oven 175 C.
- Lumuri loyang muffin dengan sedikit mentega/margarin.
- Lumatkan pisang dengan garpu.
- Campur rata terigu, soda kue, baking powder, cokelat bubuk dan kenari di mangkuk.
- Di mangkuk lain campurkan minyak, pisang lumat, gula, kocokan telur dan garam. Aduk rata.
- Masukkan campuran terigu lalu aduk. Don't overmix.
- Tuang adonan ke dalam loyang. Panggang sekitar 20 menit atau setelah lulus tes tusuk.
- Angkat. Hidangkan.
Menghasilkan 12 mini muffin.
Just a note, I just realize that I just made a dairy-free muffin. Cheers!
Monday, June 7, 2010
Fresh Corn Muffin
Muffin hangat sama teh manis, enak buat sarapan yumm..Sabtu lalu aku membuat muffin ini untuk kedua kalinya. Seingatku,
resep ini kudapatkan dari hasil browsing dan kebetulan dapat yang
eggless. Sayangnya, karena tanpa telur, muffin ini memakai pasangan
duo additives: baking powder dan baking soda, hehe. Tapi aku sudah
mengurangi jumlah zat aditif tersebut dari jumlah di resep yang asli. Selain itu
aku juga mengganti beberapa bahan dari resep asli menjadi yang
'sedikit' lebih sehat, seperti mengganti mentega dengan minyak, dan
sebagian susu dengan yogurt.
Blending dari jagung dan yogurt menghasilkan aroma yang ni'meh saat
dibakar ;). Baunya gurih, sehingga keju sebetulnya menjadi tambahan
saja jika diinginkan. Tanpa keju pun sebetulnya aroma muffin ini sudah
sangat buttery (menurutku lho!). Mungkin karena yogurtnya ya?
Rasa muffin ini sengaja kubuat gurih, karena agak bosan yang
manis-manis. Lagipula, Basil juga sepertinya cenderung suka makanan
gurih daripada manis.
Oiya, jagungnya bisa diproses sesuai selera ya, boleh diblender halus,
atau bahkan nggak diblender sama sekali.
Anyway, ini dia resepnya. Silakan mencoba!
Bahan:
1 bonggol jagung manis, dirorot(bahasa bagusnya apa ya?), blender kasar
2 cups tepung terigu
1/2 cup yogurt
1/4 cup susu cair
1 sdm minyak goreng
1 sdt peres baking powder
1/2 sdt peres baking soda
2 1/2 sdm gula pasir
1 sdt peres garam
Keju, parut kasar sesuai selera
Cara membuat:
- Panaskan oven 180c
- Siapkan dua buah mangkuk sedang
- Campur rata terigu, bak pow, bak soda di dalam mangkuk pertama
- Dalam mangkuk kedua campurlah jagung, yogurt, susu, gula, garam,
minyak, keju. Aduk rata
- Tuang isi mangkuk kedua ke dalam mangkuk pertama. Aduk HANYA hingga
semua adonan rata.
- Oleskan tipis2 mentega ke dalam loyang muffin.
- Sendokkan adonan ke dalam loyang hingga cukup penuh.
- Panggang adonan selama 15-20 menit.
- Lakukan tes tusuk untuk memeriksa kematangan muffin.
- Keluarkan muffin dari oven setelah matang.
Menghasilkan sekitar 12 muffin mini.
Muffin yang baru keluar dari oven. Ups, sudah hilang dua! Hehe..Mariiii makan! :D
Wednesday, May 19, 2010
Sugarless Oat Muffin

Akhirnya nge-blog lagi, di jam 04.17! Wow! Bareng maling pulang nih, nge-blog-nya, hehe...
Anyway, langsung aja sebelum ngantuk lagi. Muffin ini terinspirasi muffin oatmeal andalan, yang mana bahkan belum pernah tayang di blog-ku, tapi versi tanpa gulanya.
Selain dari resep andalan itu, aku juga terinspirasi dari Pak Wied (Wied Harry) dengan buku resep kue-kuenya yang tanpa gula.
Di rumah kebetulan masih ada sisa kismis, tinggal seperempat cup. Ada pisang ambon juga tinggal satu. Juga masih ada banyak oat. Jadilah muffin ini. Aku tambahin pisang karena khawatir si kue nggak cukup manis.
Hasilnya? Enak, empukkkk, dan nggak seret. Tapi rasa manisnya tipis sekali, dan mungkin nggak cukup manis bagi yang suka manis-manis. Tapi karena aku sudah manis ya segitu cukuplah, ha ha ha! Just kidding, folks! Rasa manisnya sebetulnya tambah berasa pas kismisnya kegigit. Sayangnya aku nggak mencincang si kismis cukup halus agar dia merata di adonan. Well, next time better :)
Siapa yang suka? Suamiku! I just found out that he likes raisins (after all these years?? Girl, where have u been??). Anak-anak? Suka, tapi yang dimakan cuma dome-nya doang, hik hik.. Bokap, no comment (jangan-jangan dia nggak nyobain??). Nyokap juga suka, karena kuenya tanpa gula, dia merasa lebih aman untuk blood pressure-nya. Sayangnya aku masih belum menyingkirkan baking soda dan baking powder untuk para muffin. Sebetulnya kata Pak Wied bisa. Tapi aku memang masih takut gagal aja, soalnya muffin kan memang mengandalkan food additives yang satu itu. Tapi, lain kali harus dicoba, ganbatteee!
Ohya, lain kali aku mau mencoba kurma sebagai pengganti kismis. Mestinya sih, lebih manis ya..
Ini resepnya ya, selamat mencoba:
Bahan:
1 cup air
1/4 cup kismis, cincang halus
1/3 cup oat non instan
2 sdm mentega
3/4 cup tepung terigu
1/2 sdt baking soda
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt garam
1 buah pisang ambon matang, lumatkan dengan garpu
1 btr telur, kocok dengan garpu
1/4 sdt kayu manis bubuk
Cara membuat:
- Panaskan oven 200 derajat Celcius
- Siapkan loyang muffin mini dengan mengoleskan mentega tipis-tipis
- Siapkan oat dan mentega di sebuah mangkuk
- Masak air dan kismis hingga airnya surut setengahnya
- Tuang campuran air kismis yang masih mendidih ke mangkuk berisi oat. Diamkan sekitar 20 menit.
- Di mangkuk lain, aduk rata terigu, garam, kayu manis, baking soda, dan baking powder
- Masukkan pisang ke dalam campuran oat. Aduk
- Masukkan kocokan telur ke dalam campuran oat. Aduk
- Masukkan campuran oat-telur ke dalam terigu. Aduk HANYA sampai tercampur rata.
- Sendokkan adonan ke loyang muffin. Panggang dalam oven sekitar 30 menit.
Menghasilkan sekitar 8 mini muffin
Wednesday, January 6, 2010
Berry Berry BananaBread

Akhirnya berani ikutan online event-nya NCC juga. Sekarang temanya Banana Week. Setelah kemarin sempat mencoba membuat bolu kukus pisang dan ternyata nggak sukses (abis sok tahu sih), hari ini bikin kue yang sudah pernah kucoba saja deh.
Kebetulan masih banyak pisang cavendish yang dibawakan sepupuku. Sebetulnya sih, aku lebih suka pisang Ambon, aromanya lebih nancep!
Karena sudah sering bikin BananaBread andalanku ini, sekarang ingin si BB tampil lebih beda. Karena mau ikut pamer, jadi harus di-grooming sedikit, hihi. Btw, namanya memang 'bread' tapi tampilannya sangat cake. Sebetulnya lebih mirip muffin berbentuk loaf.

Nah, biar rasanya beda, maka cari partner yang berbeda juga. Pisang-coklat, banyak. Pisang-keju, sering. Yang belum apa dong? Pisang-strawberry! Yup. Pisang kan manis, sedangkan strawberry asam. Perfect combination.
Akhirnya Subuh tadi sudah mulai manggang. Strawberry memang sengaja kususun di atas karena Ayah nggak suka strawberry. Jadi dia bisa potong saja bagian atasnya nanti kalau mau makan. Lalu, biar lebih kaya rasa aku tambahkan almond panggang (sekalian menghabiskan stok di stoples).
Meski mengolahnya cuma sebentar dan nggak perlu mixer (catet: tanpa mixer!), memanggangnya memang lama, sejam, sesuai resep aslinya(www.simplyrecipes.com. Sori, lupa alamat lengkapnya, please just browse it). Tapi nggak berasa lama kalau sambil menyiapkan bekal Ayah. Pas ovennya dibuka setelah matang, mmmmm! You will realize why you love food! The aroma of strawberry on the bake is soooo sweet! Meskipun strawberry itu asam ya, tapi aromanya manis banget.
Bagian bawah strawberry-nya memang sedikit basah. Mungkin aku seharusnya benar-benar meniriskan hingga habis airnya. Dilap mungkin? Tapi basahnya nggak mengganggu kok. However, I still love pisang Ambon better, hehe..

So here's the recipe, enjoy!
Berry Berry BananaBread
Bahan:
3 buah pisang Ambon atau Cavendis
125 gram strawberry (atau 10 buah), diiris tipis, tiriskan
1 butir telur, kocok dengan garpu
3/4 cup gula
1/3 cup mentega, cairkan
1 1/2 cup tepung terigu
1 sdt peres soda kue
1/4 sdt garam
1/2 cup almond panggang
Cara membuat:
Panaskan oven 175 C.
Lumuri loyang loaf dengan sedikit mentega serta taburi terigu tipis-tipis.
Lumatkan pisang dengan garpu.
Campurkan mentega cair ke dalam pisang lumat. Aduk rata.
Masukkan gula, kocokan telur dan garam ke dalam pisang, aduk rata.
Taburkan soda kue, aduk.
Masukkan terigu lalu aduk. Don't overmix. Taburkan almond dan aduk hanya hingga menyebar.
Tuang adonan ke dalam loyang, lalu susun irisan strawberry di atasnya. Panggang sekitar 1 jam atau setelah lulus tes tusuk.
Oiya, karena strawberry membuat 'roti' ini agak basah, maka jangan terkecoh hingga mengira kuenya terus-terusan belum matang ya..
Lihat warnanya, emmmm!

Subscribe to:
Posts (Atom)

