Friday, October 29, 2010

Pasta/Noodle with White Sauce


Here's the so called-'pasta meal' I usually make for my kids. It's easy, and the kids will love it. So easy that I never measure anything and just throw it in the bowl. Well, of course I taste it first to check whether the taste is acceptable before serving.
The ingredients can be anything at all in that sauce. I usually add some veggies. As long as the veggies are tender enough to chew, my babies will eat it. This time I add carrot and string beans which I cooked together with the noodle to make sure it's tender. I also put stirr-fried salmon on top, but it could be other fish or prawn or boiled chicken. Oh, and I used dried tomato noodles and dried spinach noodles, to make it sounds more healthy :p

Here's what and how:

Ingredients:

Pasta or Noodle
Cooking oil
Salt
Water

Garlic, chopped
Onion, chopped. -optional-
Salt
Pepper
Shredded cheese
1 tablespoon flour
Milk
Cooking oil or butter
Any veggies

Salmon or any other fish
Lemon
Salt
Pepper
Dried Basil

Methods:
Marinated salmon with lemon, salt, pepper and basil. Set aside.
Boil water, cook pasta/noodle with oil and salt. Drain them. Set aside.
Heat oil or butter in a pan with medium heat. Turn down the heat and stir in the garlic. Turn the heat to the lowest and stir in the flour. Keep stirring to avoid lumpiness. Pour in milk and keep stirring until they mixed.
Stir in some veggies if you like.
Put in salt, pepper and shredded cheese and stir until cheese is melted and the sauce is boiling. Turn off the heat and set the pan aside.
Stirr fry the salmon with a little oil or butter til cooked.

To serve:
Put pasta/noodle in a bowl. Pour the sauce. Sprinkle the salmon on top. Serve.

Yummy.

Wednesday, October 27, 2010

Bangket Daun Jeruk

summer bunnies

Aku jarang banget bikin kue kering alias cookies. Bahkan di blog ini juga belum pernah ya?
Tadinya aku nggak tertarik untuk ikutan Bangket Week-nya NCC. Tapi kok, lama-lama tertarik juga ya. Pas lihat-lihat resep dari panitianya, hm.., kayaknya bisa dicoba nih. Dari beberapa resep yang diberikan, tadinya mau bikin Bangket Kacang a la mbak Nadrah aja. Setelah pikir-pikir, kayaknya kalau pakai terigu kurang 'Endonesah' yaa.. Akhirnya kuputuskan untuk pakai resep nomer 2, sumbernya dari Majalah Sedap, yaitu Bangket Jeruk Nipis. Which, I'm wondering, kan nggak ada jeruk nipisnya, kenapa namanya pakai '-Jeruk Nipis' ya?
Anyway, pas mau bikin ini terus terang aku nggak ada gambaran sama sekali Bangket itu seperti apa. Teksturnya kaya apa, rasanya kaya apa, belum terbayang. Setahuku kue Bangkit itu, menurut almarhumah nenekku adalah kue kering asli Betawi. Tapi menurut ibu-ibu di NCC, Bangket itu kuenya orang Sumatera. Seingatku juga, Bangket kuenya tebal berwarna cokelat dan berempah. Kalau nggak salah, kue ini juga bukan kue yang lumer di mulut seperti -katanya- Bangket Susunya mbak Nadrah.
Karena sudah banyak yang membuat Bangket Susu, maka aku tertarik untuk membuat bangket yang lain. Tercetus ide untuk mewarnai bangket ini dengan Suji. Sayangnya, sepertinya aku memakai sujinya kurang banyak. Hasil kuenya berwarna hijau pucat, yang yah... nggak apa-apa juga. Cantik-cantik aja menurutku. Tapi mungkin lain kali aku memakai lebih banyak daun suji, mungkin sekitar 12-15 lembar.
Sekarang cetaknya pakai apa ya? Tadinya sih, terpikir untuk dicetak tangan aja. Tiba-tiba ingat cetakan Bento dari temanku Fitri. Maka kupakailah cetakan berbentuk bunga dan muka kelinci. Tadinya mau pakai cetakan beruang juga, tapi sepertinya tangan dan kakinya yang kecil akan menyulitkanku mengeluarkan adonan. Jadi, maaf Pak beruang. Lalu baru sadar, di mana ya rollingpin? Ah, ambil saja botol sirup yang kosong sebagai rollingpin! my messy workplace

Pertama kucoba bakar 30 menit, udah enak, tapi tengahnya masih belum kering benar. Pas coba 50 menit, duh kayanya kekerasan jadinya. Nah, kalau yang 40 menit cukup deh, luarnya garing, dalamnya lumayan empuk. Rasa kue ini kayanya seperti kue sagu ya? Cuma kalau kue sagu keju itu gampang ngeprul, kalau ini cukup kokoh. Kue apa ya jaman dulu yang kaya gini, hmm? Walaupun nggak pakai kulit jeruk, tapi aroma daun juruk purutnya pas digigit wangiii banget!
the more the merry

Oiya, ini resepnya yang sudah diadaptasi aja ya ;)

Bangket Daun Jeruk
diadaptasi dari Majalah Sedap Sekejap

Bahan:

untuk santan:

3 lembar daun pandan
175 ml santan (dari 1/2 butir kelapa parut yang dicampur dengan 12-15 lembar daun suji dan air)

500 gram tepung kanji
2 lembar daun pandan
5 lembar daun jeruk purut -> aku pakai 6 lembar kecil
1 buah jeruk purut, ambil kulitnya -> aku nggak pakai, habis nggak ada sih
1/2 sendok teh garam
2 kuning telur
1 putih telur
200 gram gula halus

"ouch, my ear!"


Cara membuat:
- Blender daun suji yang sudah disobek-sobek dengan 100ml air hingga halus.
- Campur air suji ke parutan kelapa, aduk rata, peras, ambil santannya sebanyak 175ml atau lebihkan sedikit bila takut santan menyusut setelah mendidih nanti.
- Rebus santan, daun pandan, daun jeruk, kulit jeruk, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Angkat lalu saring dan dinginkan.
- Sangrai tepung kanji bersama daun pandan sampai daun pandan kering. Angkat dan dinginkan.
- Panaskan oven 140 derajat Celcius.
- Kocok telur dan gula sampai kental. Tambahkan tepung. Aduk rata lalu masukkan santan sedikit-sedikit sambil diaduk. Bila adonan sudah kalis (tidak lengket di tangan) tidak perlu mencampurkan semua santan.
- Giling adonan setebal 1 cm. Cetak lalu letakkan di loyang yang telah dioles margarin.
- Oven sampai matang, kurang lebih 40 menit.

..and a jar of it



Thursday, August 19, 2010

My Faaaaavourite Blog Ever: Cakewrecks!

I can't help it!
I found this blog about last year, and I kept on reading it thorugh all their posts. I then a bit forgot about it for months. Yesterday, I remember it again after looking at my browser, that the link is still there. So I thought to give it a visit again. From my step on that blog until today, day 2, I keep on reading it. I have to catch up!
What so special about this blog anyway?
It's tremendously hilarious!!! This blog is about funny, wacky, or even scary cakes that made by pro and (obviously)not pro bakers.
Yesterday I spent all day(and night) attached to my blackberry just to glued my eyes on this blog. If I didn't remember my toddlers need to be feed, bath, nap and go to the bathroom, I probably spent the day lying down on our sofa browsing that blog. I think my toddler begin to find me weird(er) because I was laughing at my blackberry alone.
Ya ya ya, cut the crap. Here is the link, which you can also click directly on My Blog Walk list in this blog: CAKEWRECKS!
ENJOY!

Wednesday, August 18, 2010

Crepes/Dadar

Hm..
nothing special with this recipe. It's just a basic thing I just think needed to be posted. You know, to avoid me from digging or browsing for this basic crepes/dadar recipe again.
I tried this few days ago, just once in my life (haha). It's so simple and might be flexible enough to be made to another more serious snacks, maybe. I made a change a bit from its original recipe, like measuring fluor with cup(originally in grams) and change 50grams of butter into 2 tablespoons of oil (it's a healthier choice).
There are lots of crepes recipe out there. But I've just made this one.
So, here it is:

Crepes/Dadar

Ingredients:

1/2 cup flour
1 egg
150ml milk
2 tbsp of cooking oil
a pinch of salt

Directions:
- Whisk egg til just mixed
- Put in a bowl: fluor an salt, then mix with whiskers.
- Pour in the egg and keep whisking
- Pour the milk bit by bit, keep whisking
- Last, pour in oil and whisk all together til blended.
- Let it sit for about 30 minutes
- Heat the pan (I used 10cm pan) with medium heat
- Grease the pan with a little butter/margarine/oil
- Low down the heat to minimum
- Pour in the dough and let it spread
- Flip it.
- Get them out of the pan. ^^

*I got about 12 small crepes. Good luck!

Thursday, July 29, 2010

Cake Singkong


Aha! Akhirnya, GLUTEN FREE!
Setelah memendam sekian lama ingin membuat cake yang gluten free, akhirnya tercapai juga cita-citaku!
Kenapa harus gluten free? Nggak harus, tapi bagi sebagian orang; HARUS. Seorang teman yang memiliki anak Autis mau nggak mau harus mencari makanan yang gluten free, karena seorang pengidap Autis nggak boleh makan makanan yang mengandung gluten. Terigu merupakan bahan makanan yang mengandung gluten. Apakah dengan mengganti terigu sudah berarti aman bagi anak autis? Sayangnya belum. Mereka juga harus berhati-hati terhadap gula, dan sebagian dari mereka juga mengidap alergi terhadap bahan makanan lain seperti telur.
Bagaimana dengan anak yang nggak mengidap autis? Menurut Pak Wied Harry, pakar gizi yang suka ada di tv itu lho, gluten yang nggak tercerna tubuh bisa menggangu daya imun anak. Jadi sebaiknya jangan terlalu sering mengkonsumsi makanan berbahan utama yang mengandung gluten. Begitulah kalau aku nggak salah. Kalau salah tolong diperbaiki, ya.

Anyway, dari dulu sebetulnya aku suka sama kue singkong yang dijual tetangga di dekat rumah Mamahku. Kuenya aku nggak tahu namanya, bentuknya seperti cake kecil, berbentuk bundar seperti pie, dengan warna kuning muda dan katanya dari singkong. Hmm.. Biasanya mamah memesan kue itu kalau sedang ada hajatan. Kalau nggak ada acara? Ya, nggak mesan. Makanya sekali memesan pasti jumlahnya nggak sedikit. Jadi nggak mungkin juga aku memesan kue itu cuma 2-3 potong.
Mamah sebetulnya punya buku resep tanpa gambar yang ada resep cake singkongnya, tapi namanya lain, entah apa, aku lupa. Kue itu sepertinya mirip dengan kue yang kumaksud. Lho, katanya tanpa gambar, kok tahu itu kue yang dimaksud? Soalnya di sampul buku resep tersebut ada foto kecil kue-kue yang mirip dengan si kue singkong tersebut. Tapi aku nggak pernah berani membuatnya.
Kadang Allah suka memaksa juga ya, ha ha ha! Sepertinya Dia tahu apa mauku, tapi Dia tahu juga aku suka malas, maka rasanya koran Kompas hari Minggu lalu agak 'memaksaku' untuk benar-benar mencoba membuatnya. Resep kue tersebut 'muncul lagi' di halaman koran tersebut dengan nama Cake Lapis Singkong. Cake ini berlapis dengan tiga warna. Diwarnai dengan pewarna sintetis tentunya.
Aku kan sudah berkomit untuk meniadakan pewarna sintetis sebisa mungkin dalam makanan-makanan yang aku buat. Maka, terbitlah ide pewarna alami: SUJI.
Sayangnya, aku nggak teliti membaca resep. Dalam daftar bahan yang dibutuhkan nggak tertera adanya kelapa parut. Baru saja aku mau membuatnya, baru aku sadar kalau di dalam keterangan cara membuatnya tertulis "campurkan kelapa parut..". Ha?? Aduh... kenapa nggak lengkap gini sih, daftar bahannya?? Alhasil, acara membuat kue diundur sehari demi membeli si kelapa parut. Maklum, waktu yang tersedia untuk membuat kue sangat pendek: cuma sebatas waktu tidur siang anak-anak. Begitu mereka bangun, maka berakhirlah acara masak-memasaknya :D
Akhirnya hari berikutnya jadi juga aku membuat kue ini. Takaran kelapa parutnya hanya kukira-kira sendiri saja. Takaran lain pun aku buat jadi ukuran cup. Hasilnya wangi daun pandan tercium semerbak dan warna hijaunya cerah. Bagian atasnya pun kutaburi almond panggang. Tadinya sih, maunya ditaburi dengan kenari panggang (kenari pada kue mengingatkanku pada resep-resep kue jaman dulu) tapi berhubung kenarinya belum sempat dipanggang, ya seadanya aja deh. Sayangnya kue ini bagian bawahnya agak basah. Sebetulnya bukan salah si resep. Aku duga karena aku nggak cukup kering memeras singkongnya. Lha wong aku cuma memeras pakai tangan terus ditiriskan di peniris aja kok. Pemalas memang. Next time, gunakan serbet deh untuk memeras singkongnya sampai tiris-ris-ris!
Jadi, saudara-saudara, ada dua pelajaran yang perlu dicermati dalam kesalahan yang kubuat kali ini. So learn from my mistake and DON'T DO IT! What you have to do is:
1. READ THOUROUGHLY A RECIPE BEFORE YOU DECIDE TO MAKE IT. Terutama pada resep yang sumbernya nggak mengkhususkan diri pada bidang masak-memasak.
2. SQUEEEEZE HARD TIL DRY. Singkongnya jangan cuma ditiriskan ya... :p

Nah, setelah menguingat-ingat kesalahanku -hiks- mari kita lihat resepnya. Selamat mencoba!

Cake baru dikeluarkan dari kukusan


Cake Singkong

Bahan:

1/2 kg singkong, parut halus
4 btr telur
1/2 cup kelapa parut
100 gr margarin, lelehkan
3/4 cup gula pasir
1/2 sdt garam
2 lbr daun pandan
4 lbr daun suji
1/4 cup air
2-3 genggam almond atau kenari panggang, remukkan kasar

Cara membuat:
- Blender halus daun pandan, daun suji dan air
- Saring daun yang sudah diblender dan campurkan airnya ke dalam parutan singkong, lalu aduk rata.
- Peras parutan singkong hingga tiris
- Campurkan kelapa dan garam ke dalam singkong dan aduk rata
- Siapkan dandang/kukusan di atas kompor dengan api besar
- Oles dasar loyang 20x20x5cm dengan sedikit margarin, lalu lapisi dg kertas roti atau plastik tahan panas.
- Kocok dengan kecepatan tinggi telur dan gula hingga mengembang tinggi, putih dan kental. Matikan mixer.
- Masukkan campuran singkong ke dalam telur perlahan, aduk balik dengan spatula hingga rata.
- Masukkan margarin cair sedikit-sedikit sambil diadukbalik hingga rata.
- Tuang ke loyang, ratakan. Taburkan dengan almond/kenari panggang.
- Kukus kue 30 menit, lalu tes tusuk. Bila kurang matang bisa ditambah waktu pengukusannya.
- Angkat dan biarkan dingin. Potong-potong.

*bisa jadi 24 potong mini cake*

Tuesday, July 27, 2010

Ayam Goreng Tepung


Aku banyak browsing resep ayam goreng tepung yang model KFC. Hasilnya: buaaanyak banget. Bahan-bahannya juga macam-macam. Kebanyakaan juga mengatakan bahwa ayam goreng KFC yang asli menggunakan MSG. Nah, kalau mau bikin sendiri ngapain juga pake MSG? Betul tidak? Betuul..

Resep yang aku temukan ada yang sederhana ada juga yang menggunakan bahan yang banyak dan proses yang lumayan panjang.
Setelah pusing-pusing, seperti biasa, kupotong jalan pintas saja. Aku memutuskan untuk menggabungkan yang cukup masuk akal aja bagiku plus tambahin bahan favoritku, maka inilah hasilnya. Resep ini sudah beberapa kali kubuat, cuma pas mau tayang di blog kok malah lupa satu bahan: biji pala bubuk. Anak-anakku alhamdulillah doyan. Mereka sepertinya senang bisa memegang sendiri tulang si sayap ayam seperti memegang es krim, hehe.

Ohya, pas ayamnya sudah terbalur rata dan lengkap, ternyata adonan pencelup dan pembalurnya masih tersisa. Sambil memikirkan bisa dibuat apa sisanya ini, aku campurkan adonan pencelup dengan pembalurnya, lalu kumasukkan kulkas. Besok paginya aku rebus sebuah kentang, campur dengan adonan pencelup-pembalur sisa, lalu kupanggang dioven, Voila! Jadi deh, sarapan anak-anak. Mereka suka juga tuh, hehe. Mungkin bisa ditambah sayur atau daging yang dipotong kecil. But, i was out of stock yesterday. Seadanya aja ya anak-anak..;)

Yuk, dicoba, nggak susah kok. Rasa mungkin beda dengan ayam KFC. Tapi enak kok ^^

Ayam Goreng Tepung

Bahan:
1/4 kg atau 11 buah sayap ayam yang dibuat tulip, atau bagian ayam mana saja
Minyak goreng yang banyak agar bisa menggoreng hingga ayam terendam

Pencelup:
1 btr telur ayam
1/2 cup susu cair
1 siung bawang putih, haluskan
1/4 sdt oregano kering
1/4 sdt basil kering
1/2 sdt lada bubuk
secubit biji pala bubuk
1/2 - 1 sdt garam

Pembalur:
3 sdm tepung terigu
1 sdm tepung beras
1/2 sdt bawang putih bubuk
sejumput oregano kering
sejumput basil kering
1/2 sdt lada bubuk
secubit biji pala bubuk

Cara membuat:
- Cuci bersih ayam
- Aduk rata semua bahan pencelup
- Aduk rata semua bahan pembalur
- Masukkan potongan ayam ke bahan pencelup, aduk rata, diamkan sampai sekitar 30 menit
- Tiriskan ayam dari pencelup
- Balurkan ayam satu persatu ke dalam pembalur hingga rata. Ketukkan ayam perlahan untuk melepaskan terigu yang terlalu banyak menempel.
- Ulangi proses: masukkan ayam yang telah dibalur ke dalam pencelup lagi, langsung angkat.
- Balurkan lagi ayam ke bahan pembalur hingga rata.
- Panaskan minyak hingga panas.
- Kecilkan api dan masukkan potongan ayam, pastikan ayam terendam minyak. Tutup wajan.
- Intip sesekali. Balik ayam untuk mematangkan sisi lainnya. Tutup.
- Angkat ayam bila sudah matang kecoklatan.
- Tiriskan

*menghasilkan 11 potong sayap ayam.

Kentang Telur Panggang

Bahan:
Sisa adonan pencelup dan pembalur ayam goreng tepung
1 buah kentang
Cara membuat:
- Rebus kentang yang telah dikupas dan dipotong kotak-kotak hingga matang. Tiriskan
- Panaskan oven 180C
- Oleskan mangkuk tahan panas dengan margarin tipis-tipis
- Campur dan aduk adonan pencelup-pembalur dengan kentang.
- Tuangkan adonan ke dalam mangkuk tahan panas. Panggang sekitar 25 menit
- keluarkan dari oven. Diamkan hingga berkurang panasnya. Hidangkan

*menghasilkan semangkuk kentang cukup untuk dua anak batita :)

Friday, July 23, 2010

Bola-bola Tempe



Hm.. tempe lagi.
Padahal, kecuali mendoan, tempe bukan makanan favoritku lho. Mungkin aku masih terbawa suasana aja gara-gara habis bikin tempe mendoan waktu itu.
Terinspirasi oleh resep perkedel tempe di salah satu tabloid juga, maka aku buat bola-bola tempe ini untuk cemilan anak-anak. Bumbunya masih mirip bumbu mendoan, karena masih terngiang-ngiang, haha! Halahh! Aku tambahkan daun sawi hijau untuk tambahan gizi. Tapi, mungkin lain kali aku coba dengan daun atau sayur lain. Soalnya menurut si nggak suka sayur alias ayah, sawi itu agak pahit.
Si dedek, seperti biasa, langsung makan. Sementara abang tadinya makan setengah, tapi habis itu bilang "nda enak" lalu menaruh setengah bola tempe ke piring. Tapi setelah dede berhenti makan di paruh bola kedua, abang mengambilnya dan bilang "abang emam" dan menghabiskan si bola tempe. Hihi..

Anyway, mari kita lihat resepnya.

Bola-bola tempe

Bahan
1 bata tempe, kukus
2 lembar daun sawi hijau, buang batangnya(atau sayur apa saja), iris halus
1 butir telur
2 sdm tepung beras
1 batang daun bawang, iris halus
garam
minyak untuk menggoreng

Bumbu:
1 siung bawang putih
2-3 siung bawang merah
1/2 sdt ketumbar halus
1 cm kencur

Cara membuat:
- Haluskan bumbu
- Aduk semua bahan jadi satu.
- Bentuk bola-bola sebesar bola bekel.
- Goreng hingga matang. Tiriskan dari minyak. Hidangkan.

*Aku lupa jadinya berapa buah. Tapi nggak banyaklah. Aku nggak pernah bikin makanan jumlahnya banyak, takut gagal, hehe.

Goodluck!